Nahrawi : Peristiwa Pasuruan Premanisme Politik

November 25, 2008 at 2:14 pm

SURABAYA POST, SURABAYA –Aksi pemukulan yang menyebabkan satu orang pingsan di musyawarah kerja wilayah (muskerwil) DPW PKB Jatim membuat kubu Imam Nahrawi geram. Alhasil, muncul spekulasi jika ada sebuah skenario untuk menghancurkan PKB.

Ketua DPW PKB Jatim Imam Nahrawi mengindikasikan ada dalang yang mengotaki aksi yang terjadi Minggu (23/11) kemarin. Dia mengatakan aksi kemarin merupakan aksi premanisme politik yang bahayanya jauh lebih besar ketimbang premanisme fisik. ”Kami, pihak panitia menduga ada otak besar dibalik penganiayaan kemarin,” ujar Nahrawi.

Seperti diketahui, ratusan massa Garda Bangsa pendukung Gus Dur nglurug lokasi muskerwil di Hotel Royal Senyiur Prigen Pasuruan. Mereka sempat melakukan perusakan dan membakar atribut muskerwil. Satu peserta yaitu Dr. H Ahmad Fathoni Rodli, menantu tokoh NU KH Hasyim Latif, dilaporkan terkena pukulan hingga tak sadarkan diri. Oleh karena, Nahrawi mendesak agar Polda Jatim segera mengungkap kasus kekerasan fisik tersebut.

Untuk pelaku pemukulan sendiri, anggota DPR RI tersebut meminta agar pelaku premanisme itu segera mengaku dan menyerahkan diri. Dia juga mengingatkan agar PKB tidak diobok-obok lagi. ”Mudah-mudahan kawan-kawan bersabar tapi sabar pun ada batasnya,” ujarnya mewanti-wanti.

Sementara itu, kuasa hukum PKB Jatim Purwanto mengatakan pihaknya sudah mendatangi kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Senin (24/11) siang. Hanya saja, PKB batal melaporkan peristiwa tersebut karena bukan termasuk dalam delik aduan namun kasus pidana. ”Kami berharap pelakunya segera diungkap dan diproses,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Ahmad Arizal menolak jika aksi kemarin disebut sebagai aksi provokatif. Dia juga menampik jika kedatangan anggotanya ke lokasi muskerwil sebagai bentuk mengganggu stabilitas PKB. ”Tidak ada itu (provokasi) dan tidak ada yang mengganggu stabilitas PKB. Wong kemarin kita tidak anarkis kok,” kelitnya.

Asuransikan Caleg

Di sisi lain, muskerwil DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim juga memutuskan untuk mengasuransikan para caleg dan juru kampanyenya untuk kampanye 2009 mendatang. Namun Nahrawi menampik jika sikap ini sebagai bentuk ketakutan atau khawatir yang berlebihan.”Asuransi ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Nahrawi.

Dia menjelaskan pemberian asuransi bagi para caleg dan jurkam sudah diberlakukan sejak 1999 lalu. Saat itu, sempat terjadi pro kontra terhadap keputusan DPP soal ini karena sebagian menganggap tidak perlu ada asuransi. Meski begitu, keputusan tersebut tetap diberlakukan pada Pemilu 2004. ”Saat itu ada jurkam di Ciamis yang jatuh dari truk saat mengawal kadernya. Untung saja sudah ada asuransi sehingga biaya pengobatannya dikover dari asuransi itu,” ujarnya.

Mengenai lembaganya sendiri, Nahrawi masih akan mencari yang kredibel. Di Pemilu 2009, asuransi bagi caleg dan jurkam akan kembali diprogramkan. Tercatat ada 109 caleg dan ratusan jurkam yang bakal diikutkan asuransi.

Entry filed under: Liputan Media. Tags: , , , , , , , , , .

Rebut Peluang APBN Rp 224,4 Triliun Perguruan Tinggi Wajib Tampung 20 Persen Mahasiswa Miskin


DR. Ahmad Fathoni Rodli

Caleg PKB DPR RI/ Jatim 1

Blog Stats

  • 2,476 hits
November 2008
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d bloggers like this: